Setelah tiga belas tahun berdakwah penuh ujian di Makkah, langkah kaki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akhirnya menapak tanah Madinah. Buku ini mengajak pembaca menyelami kembali momen-momen agung tersebut: penantian penuh haru penduduk Madinah yang menunggu di gerbang kota selama tiga hari berturut-turut, teriakan seorang Yahudi dari atas pohon kurma yang tanpa sadar mengumumkan kedatangan seorang Nabi, hingga naungan pelepah kurma Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu yang menjadi penanda siapa di antara dua musafir itu yang harus dimuliakan.
Dari peristiwa itu, kajian ini bergerak menelusuri tiga pondasi besar yang diletakkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mendirikan sebuah negara: pembangunan Masjid Quba dan Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah dan peradaban; Muakhah, ikatan persaudaraan yang mempertemukan Muhajirin dan Anshar melampaui sekat suku dan keturunan; serta Piagam Madinah, kesepakatan hidup berdampingan dengan penduduk non-muslim yang menjadi cikal bakal konstitusi tertulis pertama dalam sejarah pemerintahan Islam.
Di sela-sela kisah utama, pembaca juga akan menjumpai kisah masuk Islamnya Abdullah bin Salam, ilmu tentang adab kebersihan dalam Islam, penjelasan tiga istilah peperangan dalam Sirah (Sariyyah, Ma‘rakah, dan Ghazwah), hingga peristiwa-peristiwa penting sepanjang tahun pertama Hijriah — mulai dari azan pertama yang dikumandangkan Bilal bin Rabah, penambahan rakaat shalat, hingga beralihnya arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.
Disusun dari kajian rutin bulanan Ustadz Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. untuk komunitas Rumah Dakwah Pasuruan, buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan dan sistematis, dilengkapi infografis, kotak faedah, serta bagian tanya jawab — agar mudah dipahami oleh siapa pun yang rindu mengenal lebih dekat perjalanan hidup manusia paling mulia, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.















