Buku ini mengangkat pertanyaan mendasar itu: benarkah kebahagiaan hanya milik mereka yang memiliki segalanya secara lahiriah? Berangkat dari kajian ilmiah bertajuk “Bahagia Tanpa Harus Sempurna” yang disampaikan oleh Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A., buku ini mengurai hakikat manusia sebagai gabungan ruh dan jasad, hikmah di balik takaran rezeki yang berbeda-beda antar manusia, pelajaran dari kisah Qarun yang silau dengan hartanya sendiri, hingga rumusan Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang empat perkara pendukung kebahagiaan rumah tangga.
Dengan bersandar pada Al-Qur’an — di antaranya surah Asy-Syura ayat 27, Az-Zukhruf ayat 32–36, Al-Qasas ayat 79–82, dan An-Nahl ayat 97 — serta sejumlah hadits Nabi, pembaca diajak merenung bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kesempurnaan fisik atau materi, melainkan pada kesempurnaan iman dan kerelaan hati (ridha) menerima takdir Allah.
Bagian akhir buku ini memuat sesi tanya jawab yang diringkas dari kajian, mencakup topik-topik keseharian yang dekat dengan kehidupan rumah tangga muslim: adab menuntut ilmu secara daring bagi wanita, sikap terhadap orang yang menahan hak/utang, menyikapi vonis penyakit berat, pertimbangan menikah lagi, hingga menjaga hubungan dengan mertua. Semua dijawab dengan kerangka yang sama: kebahagiaan adalah buah dari 4 iman, amal saleh, dan penerimaan atas takdir — bukan dari kesempurnaan yang kasat mata.
RDP Books












